Jaran Kamput Butuh Perhatian

Instagram

Jaran Kamput Butuh Perhatian

1/30/2019, 1/30/2019

Lombok Barat, -Grup kesenian "Jaran Kamput"Dusun Sayong Segerining Desa Cendimanik ,mungkin satu-satunya yang masih eksis di Kecamatan Sekotong.
Dengan anggota kelompok sekitar 30 orang.Grup kesenian tradisional sasak yang  terbentuk sejak tahun 2000 ini,masih aktif memenuhi berbagai undangan pentas di beberapa desa yang ada di Kecamatan Sekotong dan Kecamatan Lembar.Bahkan hingga Kabupaten Lombok Tengah.
"Hampir bisa di pastikan setiap bulan,kami di "tanggep"di berbagai tempat,"terang Amak Supar,sang pemimpin sanggar tersebut.
Amak Supar yang juga di kenal sebagai salah satu tokoh budaya di desanya menceritakan, bahwa jaran kamput ini merupakan warisan turun temurun dari orang tuanya.Oleh sebab itu harus di jaga dan di lestarikannya.
Selain jaran kamput,pria paruh baya ini juga menyebutkan membina kelompok gendang beleq di Desa Cendimanik.
"Gendang beleq masih aktif hingga sekarang,tetapi untuk kesenian kelentang dan tawaq-tawaq, alat musiknya banyak yang sudah rusak,"kata Amak Supar,saat kami wawancarai pada acara khitanan warga Dusun Batu bagus Desa Mareje Timur Kec.Lembar.Sabtu (26/1).
Selain di undang pada acara perkawinan,nyongkol dan khitanan.Kelompok kesenian ini juga sering ikut pada kegiatan festifal budaya di senggigi.
Namun hingga kini perhatian pemerintah terhadap kelompok kesenian jaran kamput ini masih kurang.
"Kami belum ada pakaian seragam,Jaran kamput yang kami miliki masih kurang,juga alat alat musik banyak yang sudah rusak,"jelas Amak Supar kepada Kim.
Sementara untuk ongkos yang di berikan saat di tanggep pun terkadang tidak mencukupi biaya kebutuhan hidup.(sid).

TerPopuler