Akhdiansyah : Berpolitik Sebagai Jalan Kebaikan Melakukan Perubahan

Instagram

Akhdiansyah : Berpolitik Sebagai Jalan Kebaikan Melakukan Perubahan

2/18/2019, 2/18/2019

Bersahaja, muda dan berwibawah. Itulah menjadi ciri khas sosok Akhdiansyah, S.H.I akrab juga dipanggil Yong-Q atau Guru To'i. Pria yang lahir dan dibesarkan sebagai dou Mbojo di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Yong-Q juga merupakan sosok tokoh muda dikenal suppel dan mudah berbaur dengan masyarakat. Tidak berlebihan selama berkiprah di tengah masyarakat dari semenjak menjadi aktivis mahasiswa, aktivis NGO atau Lembaga Swadaya Masyarakat hingga menjadi politisi muda sekarang ini

Sosoknya banyak dikenal dan bisa diterima dengan mudah di tengah masyarakat, ditambah jaringan pertemanan luas, dari petani hingga politisi tingkat tinggi, dari nelayan hingga pejabat pemerintahan. Sifat tidak membedakan orang dalam berteman juga menjadi salah satu ciri khas Guru To'i

Gemblengan orang tua dan pendidikan keagamaan yang kuat selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Islahuddiny, Kediri, Lombok Barat hingga meraih predikat sarjana pada Fakultas Syari'ah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mataram yang kini telah berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram juga ikut menentukan

Berbekal pengalaman malang melintang melakukan pemberdayaan masyarakat selama di NGO dan panggilan jiwa atas kondisi masyarakat yang masih banyak hidup dalam kemiskinan, akibat kebijakan politik anggaran dan pembangunan dijalankan Pemda, termasuk DPRD NTB belum sepenuhnya pro rakyat, Guru To'i memutuskan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD NTB pada Pemilu legislatif 2019, Daerah Pemilihan Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima.

Bagi pria yang kini diamanatkan sebagai Sekretaris Wilayah DPW PKB NTB, dirinya meyakini, memperjuangkan kepentingan masyarakat tidak cukup hanya dengan mengkritisi, melakukan aksi demonstrasi jalanan dan menjadi oposisi di luar sistem pemerintahan, tapi harus dengan terlibat langsung menjadi bagian pemerintahan, terutama legislatif sehingga bisa ikut mengambil dan menentukan kebijakan, terutama politik anggaran pro rakyat

Guna mendorong kebijakan anggaran pro rakyat, orang baik atau politisi muda bersih harus lebih banyak didukung dan didorong memegang kebijakan yang menjadikan politik sebagai "alat atau ladang pengabdian", menjalankan politik rahmatallil a'lamain atau politik untuk semua, bukan sebaliknya menjadikan kekuasaan untuk memperkaya diri, keluarga dan golongan, sebagaimana selama ini banyak disaksikan.

Selama berkiprah di tengah masyarakat, seabrek jabatan pernah dipegang Pria kelahiran Desa Potu - Dompu, 8 Oktober 1977 ini, antara lain mulai sebagai Ketua BEM STAIN Mataram, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mataram 2001 - 2002

Menginisiasi kelahiran PMII Cabang Dompu tahun 2006, wakil ketua IPNU NTB, Wakil Ketua KNPI NTB 2006-2009 dan 2009-20011. Wakil Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda ANSOR NTB, Hingga saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Umum IKA PMII NTB Periode 2018-2023

Deklarator dan Presidium Nasional JAM-PMII, menginisiasi kelahiran Gerakan Mahasiswa Dompu (GMD) di Mataram, Komunitas Mahasiswa Nggusu Waru (KMNU) di Dompu

Di NGO tercatat pernah menjadi Direktur Muda Yayasan Humanis studis sebuah lembaga yang konsen terhadap isu penguatan masyrakat sipil dan pendidikan, 2006 - 2008, Sekretaris eksekutif Nusa Tenggara Centre. (NC)

LBH APIK NTB, DPA NTB, dan bersama aktivis muda NU di Mataram mendirikan Lembaga Studi Kemanusiaan (LenSA) NTB yang hingga kini masih aktif sebagai Fellowship yang concerns dengan isu-isu kemanusiaan, toleransi dan pluralisme. Selain itu LenSA juga terlibat dalam gerakan transparansi anggaran dan good governent di Dompu. Gerakan ini didorong melalui Sekolah Anggaran yang digagas bersama Dewan Peduli Anggaran (DPA) NTB. 

Guru Toi selain kesibukanya sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI A.Helmy Faishal Zaini Di Komisi X Periode 2014-2019, saat ini juga sedang menggalang gerakan Enterpreunership muda mandiri secara ekonomi, Salah satunya menggagas usaha Konvensi dan printing modern melalui perusahaan "DiAbang Print" sebagai Comandeter/Komisaris, selain banyak fokus melahirkan aktifis wirausaha muda didesa desa binaanya melalui Guru Toi Center di Nusa Tenggara Barat.

Pria supel ini kerap tampil sebagai Narasumber maupun Trainer pada seminar, training maupun workshop, di kalangan LSM, Pers dan Mahasiswa. Ia juga dikenal dengan tulisan kritis dan nyentrik dimuat di beberapa media lokal maupun nasional, baik yang sudah dibukukan maupun yang terdokumentasi di blogg pribadi dan telah menerbitkan beberapa buku sebagai buah pikiran dan gagasanya tentang kampung halamannya, diantaranya cukup populer, yaitu "Menatap Masa Depan Dompu" dan "Masihkah Kita Orang Timur..?"

Oleh : Turmudzi
Wartawan, Penulis dan Murid Ideologis Guru Toi

TerPopuler