Desa Penujak Lahir Kembali Sebagai Desa Wisata

Instagram

Desa Penujak Lahir Kembali Sebagai Desa Wisata

2/09/2019, 2/09/2019

Lombok Tengah,- Desa Wisata sedang gencar-gencarnya dikelola oleh pemerintah maupun masyarakat desa,
Pemerintah Desa Penujak Kecamatan Praya Barat dengan modal kerajinan masyarakat yaitu gerabah, Pemerintah Desa Penujak Mengelola Desa menjadi Desa Wisata tentunya untuk melestarikan apa yang sudah ada ratusan tahun lalu.

Pemerintah Desa bersama Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) merancang acara Reborn Desa Wisata.
Acara dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat ( Dr. Zulkiflimansyah) Ida Wahyuni (BPPD Lombok Tengah) BEKRAF Indonesia ( Triawan Munaf), Perwakilan Mentri Perindustrian RI.
Para Pemudi Desa Penujak di Acara Reborn Desa Wisata

Menurut penuturan L. Suharto selaku Kepala Desa Penujak bahwa gerabah yang ada di Penujak merupakan gerabah tertua di Nusa Tenggara Barat. "Gerabah desa penujak merupakan gerabah tertua di NTB. Semoga dengan ada nya reborn desa wisata ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat desa penujak. Karna sesungguhnya gerabah penujak dalam benerapa dekade pernah sampai kancah internasional" Ungkap Kepala Desa.
Para pengrajin berharap, bahwa produksi gerabah mereka bisa bangkit dan didistribusikan hingga kancah Internasional. "Semoga gerabah desa penujak bisa bagkit kembali seperti dahulu sampai kancah internasional" pengrajin juga berharap pemerintah membantu pengrajin dalam mendistribusikan hasil produksi gerabah yang telah dihasilkan. Harap para pengrajin

Srikandi Pokdarwis Penujak Baiq Arnika Saadati berharap dengan acara Reborn Desa Wisata bisa meningkatkan perekonomian masyarakat."Reborn desa wisata penuja merupakan momentum revitalisasi desa wisata gerabah penujak yang beberapa tahun ini mengalami mati suri...dengan adanya reborn ini semoga perekonomian masyarakat penujak bisa meningkat untuk menuju penujak yang sejahtra dengan melakukan kolaborasi antara parawista dengan ekonomi kreatif" Ungkap wanita muda yang pernah berproses di organisasi pergerakan.

(Dk)


TerPopuler