Mars IPNU dan Ya Lal Wathon Bergema di Puncak Harlah IPNU 65 di NTB

Advertisement

Mars IPNU dan Ya Lal Wathon Bergema di Puncak Harlah IPNU 65 di NTB

2/24/2019


Mataram,LombokFokus.Com- Puncak Harlah IPNU Ke-65 di Nusa Tenggara Barat yang di selenggarakan di Ponpes Al Madaniyah Jempong Kota Mataram bergema dengan lagu mars IPNU dan Ya Lal Wathon pada saat pemotongan tumpeng, Mataram Minggu (24/02/19).

Acara perayaan Harlah IPNU 65 tahun di Nusa Tenggara Barat berlangsung meriah, dimana seluruh perwakilan cabang IPNU ikut hadir memeriahkan acara yang setiap tahunnya di rayakan ini.

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Pauzan Basri menyampaikan dalam sambutannya bahwa, IPNU di Nusa Tenggara Barat akan terus melakukan kaderisasi, baik formal maupun non formal. Pauzan menekankan kepada cabang-cabang untuk terus melakukan kaderisasi dan penguatan kapasitas dan kuantitas,  berupa Makesta, Lakmud dan juga Lakut.

"IPNU di NTB harus kuat secara kapasitas dan kualitas, dan tak kalah pentingnya kuantitas,"ungkapnya.


Ketua Pembina IPNU NTB Jumarim mengatakan bahwa, IPNU harus terus melakukan gerakan-gerakan untuk kebesaran organisasi.

"IPNI harus bergerak, dan terus lakukan kosolidasi-konsolidasi internal guna membesarkan organisasi dan faham-faham islam Ahlusunnah wal jamaah An nahdiyah di Nusa Tenggara Barat,"harapnya.

IPNU di Nusa Tenggara Barat tambah Wakil Dekan III UIN Mataram, harus tetap semangat dan tetap bergerak guna membesarkan organisasi IPNU. Nanti setelah adik-adik santri selesai di IPNU, lanjut ke PMII, Ansor hingga sampai pada titik akhir, yaitu Nahdlatul Ulama.

"Terus ikuti jenjang-jenjang kaderisasi yang ada di tubuh NU, dan terus ikuti segala kegiatan organisasi,"terangnya.


Sementara itu Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Lalu Aksar Ansori menceritakan bagaimana pentingnya menjadi santri dan ikut organisasi. Aksar menerangkan sangat besar manfaatnya dalam ikut terjun di dunia organisasi. Sehingga adik-adik santri dan pelajar itu harus ikut yany namanya IPNU-IPPNU dan sekolah dan pondoknya masing-masing.

"Keuntungan berorganisasi tentu sangat banyak, dari hal kecil saja. Yang dulunya tidak bisa berbicara menjadi bisa dan berani berbicara di hadapan orang banyak,"jelasnya.

Mantan Ketua KPU Provinsi NTB ini juga menerangkan betapa pentingnya perkuat kualitas, lebih-lebih di era digital ini.

"Belum selesai saya bicara ini, pasti sudah di sebar luaskan dan sudah di tahu oleh banyak orang. Itu karena pesatnya perkembangan teknologi apalagi kita sudah masuk yang namanya digital 4.0,"tuturnya.

"Mari kita berguru pada guru yang sesungguhnya, dan guru yang jelas asal usul gurunya, bukan berguru pada mbah gooegle,"harapnya.

Kegiatan Harlah ke 65 IPNU ditutup dengan doa dan foto bersama jajaran pengurus IPNU NTB. Hadir dalam Harlah IPNU 65 di NTB ini  Sekretaris PWNU NTB Lalu Aksar Ansori, Ketua Pembina IPNU NTB, Majelis Alumni IPNU Syamsul Hadi, PC IPNU Kab/Kota se Pulau Lombok, kader dan anggota IPNU se Pulau Lombok, OKP Pelajar NTB yaitu Pelajar Islam Indonesia.