Pemuda Milenial Ma'ruf Amin Siap Menjadi Antitesa Ditengah Maraknya Hoax

Instagram

Pemuda Milenial Ma'ruf Amin Siap Menjadi Antitesa Ditengah Maraknya Hoax

2/20/2019, 2/20/2019


Mataram, LombokFokus.com -Anak muda didorong bergerak melawan narasi bohong terkait Pilpres 2019. Barisan Milenial Kiai Ma’ruf Amin diharapkan menjadi antitesa ditengah maraknya hoaks.
“Harus bisa menjadi pembeda. Jangan anak muda malah ikut larut dalam perang urat saraf,” kata Ketua Umum Barisan Milenial Kiai Ma’ruf Amin (BM-KMA), Dr Ilyas Indra, Rabu (20/2).
Ilyas pada kesempatan tersebut, sekaligus memberi dukungan akan hadirnya BM-KMA NTB dibawah komando Lalu Atharifathulloh. Keberadaannya diharapkan bisa menjadi komando anak-anak muda yang ingin menyampaikan aspirasi pada pemimpinnya.
“Sekaligus menjadi ruang mengenal Kiai Ma’ruf. Ya, silahkan tanyakan sosok beliau,” sambungnya.
Ilyas menyebut, meski usia Kiai Ma’ruf sudah sepuh, bukan berarti tokoh Nahdlatul Ulama ini menutup diri dari hal yang baru. Dalam setiap kesempatan selalu disampaikan, apa yang terkait anak muda akan diterima dengan baik. Kemajuan zaman tak bisa ditiadakan.
“Sering saya diskusi dan berbincang dengan Abah Kiai Ma’ruf, beliau sangat senang ketika ada hal baru dari anak muda,” imbuhnya.
Ilyas menyebut, banyak kalangan yang membenturkan antara keulamaan dan posisi beliau sebagai Cawapres. Untuk diketahui, mandat sebagai cawapres sebagai amanah yang akan ditunaikan. Dan Kiai Ma’ruf sedang menyiapkan tatanan untuk generasi berikutnya.
“Kiai Ma’ruf ini sedang menyiapkan buah untuk generasi muda seperti kalian,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua BM-KMA NTB Lalu Atharifathullah mengatakan, generasi milenial harus menjadi pembeda dalam pesta demokrasi, baik pilpres dan pileg. Anak muda jangan ikut larut dalam pertempuran identitas atau hoaks. Justru anak muda harus hadir dan ikut dalam pertempuran ide dan gagasan.
“Masak bergaulnya dengan teknologi tapi gaya pikir anak muda masih jadul,” katanya.
Athar menyebut, memandang Kiai Ma’ruf pun sejatinya tak boleh kaku karena fisik. Bukan karena Kiai Ma’ruf sudah sepuh, kemudian dianggap tak berpihak pada anak muda. Ini pikiran yang keliru.
“Tubuh dan fisiknya boleh tua, namun jiwa dan pikiran beliau muda,” ungkapnya.
Athar berharap, hadirnya BM-KMA NTB menjadi ruang nyata bagi generasi milenial. Selama ini anak muda kerap dianggap kurang mendapat perhatian pemerintah. Terlebih era 4.0 yang menuntut generasi cepat tanggap serta kreatif dalam teknologi.
“Sampaikan saja ke rumah aspirasi. Masukan ini akan disikapi dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Kita lupakan kata cebong dan kampret mari kita mencoba untuk membuat suasana politik 2019 merupakan tahun-tahun  politik anak muda kedepannya. 
Mudahan apa yang kita bedah malam ini menjadi inspirasi kita  untuk anak muda Nusa Tenggara Barat dan Indonesia, sehingga persoalan pemuda tidak hanya elektoral saja.  Bicara soal pemuda berarti kita bicara tentang masa depan negara kedepannya, "Pungkasnya. (DK)


TerPopuler