Masnun Tahir : Istilah Halal Bi Halal Sebagai Cara untuk Mempersatukan Persepsi

Instagram

Masnun Tahir : Istilah Halal Bi Halal Sebagai Cara untuk Mempersatukan Persepsi

6/15/2019, 6/15/2019
Prof. Masnun Tahir saat memberikan sambutan diacara Halal Bihalal Pondok Pesantren Nurul Qur'an Mertak Tombok. (Dok: Istimewa)

Mataram, (Lombok Fokus) – Ketua tanfiTanfid PWNU NTB Prof. Masnun Tahir memyammenyam pandangan tentang kondisi bangsa saat ini.
Menurutnya untuk menyambung ekspresi ketakwaan, maka dibutuhkan penguatan ukhuwah diniyah, basyariyah, dan wathoniyah.
Masnun mengutip KH Wahab Chasbullah sebagai tokoh pelopor istilah halal bi halal, atas dasar untuk memprakarsai kesatuan di tengah kisruh bangsa pada era Presiden ke-1 RI, Soekarno.
‘’Istilah halal bi halal sebagai cara untuk mempersatukan persepsi agar bisa saling menghalalkan kisruh yang telah berlalu,’’ kata TGH Masnun Tahir di sela-sela acara halal bi halal di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Jalan Pendidikan Mataram, Sabtu (15/6). Dokutip dari LombokInsider.com
Momentum halal bi halal, sambungnya, juga diharapkan sebagai perekat keharmonisan antara manusia untuk menuju perubahan yang lebih baik. Manusia dituntut untuk berbenah mulai dari dirinya, sehingga terciptanya kebahagiaan dunia dan akhirat.
‘’Kemudian label tertinggi dari hasil ibadah adalah takwa. Label takwa digunakan sebagai reward atas prestasi manusia menahan hawa nafsunya,’’ ujarnya.
Masnun juga mengutip Firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d 13:11yang artinya ‘’Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka’’.
‘’Kita harus tetap bergerak untuk saling menjaga antar jam’iyah. Karena persatuan dan kesatuan adalah hal paling fundamental atas dominasi hawa nafsu politik kekuasaan,’’ ucapnya. (Red)

TerPopuler