Islamic Center NTB Diminta Dikembangkan Menjadi Publik Service Area.

Islamic Center NTB Diminta Dikembangkan Menjadi Publik Service Area.

8/02/2019



Mataram (LF) - Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center (IC) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan segera diperbaiki. Hal ini dikatakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat meninjaunya pada Selasa (30/7).

Dilansir dari Lombok Insider bahwa Islamic Center akan di renovasi dan dikembangkan.

“Konsep dan perencanaan struktur serta desain bangunan harus lebih diperhatikan. Progres dari penataan serta rehabilitasi bangunan juga semoga dapat berjalan cepat dan lancar,” kata Gubernur.

Arsitektur awal pembangunan Nusa Tenggara Barat, Ir. Zulkifli Yusuf meminta kepada pemerintah Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpnan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah untuk mengembangkan Islamic Center Nusa Tenggara Barat (IC NTB).

Tujuan dikembangkan serta perluasannya IC yang juga dijadikan Masjid Hubbul Wathan sebagai simbol masjid seribu mesjid di Lombok tersebut menurut insinyur pertama putra Bima yang sudah melalang buana di Ibukota Jakarta ini untuk menciptakan sarana publik yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yakni publik service area untuk mendapatkan income atau retribusi untuk daerah.

“Area Islamic Center ini adalah apa yang kita sebut dengan self financing building (artinya) dia mampu mendanai dirinya sendiri  malah profit sehingga dalam bahasa lain islamic center ini bisa menjadi profit center,” terang penggagas pertama pembangunan IC NTB di zaman Gubernur Harun Alrasyid ini, Kamis (1/8) siang kemarin di Mataram.

Ia meminta anggaran di APBD NTB untuk pembangunan di zona satu yakni di masjid Attaqwa menjadi menjadi islamic studys center yang berfungsi untuk museum islam, perpustakaan islam, pusat kajian studi islam, tempat dimana LPTQ serta beberapa kantor Ormas islam kemudian pembangunan pusat pendidikan islam atau yang disebut islamic boarding school.

“Itu saja kewajiban Gubernur itu dengan anggaran yang dibutuhkan tidak lebih dari Rp 100-150 miliyar,” ucapnya saat ditemui di Kedai TNT Kekalek Mataram.

Pembangunan awal Islamic Center seperti desain awalnya yang tercantum di proposalnya tambahnya mempunya tempat zona yakni zona satu, dua, tiga dan empat yakni review gambar lay out islamic studiest center, islamic boarding school, commercial zone dan lanscaping area smenjadi city garden ‘”Untuk pengembangan keseluruhan empat zona itu mungkin Rp 500 miliyar selesai 100 persen,” tutupnya.(Iba/dk)