Pelatihan Ternak Belut untuk Penyintas Gempa Bumi Lombok

Pelatihan Ternak Belut untuk Penyintas Gempa Bumi Lombok

8/15/2019


LOMBOK BARAT- Bencana memang selalu menyisakan kepedihan. Selain mengancam juga mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari faktor alam dan faktor non alam. Inilah yang setidaknya dirasakan oleh masyarakat pulau Lombok akibat bencana gempa bumi pulau Lombok yang terjadi setahun silam.

Kenyataan di atas, menginisiasi dilaksanakannya Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan terhadap para peternak belut di desa Selat Narmada. Kegiatan dilakukan pada bulan Juli tahun 2019, di desa selat kecamatan Narmada Lombok Barat.

Kegiatan ini merupakan program kerjasama dengan Kemenristekdikti. Hamdi, selalu ketua Program dalam kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dan bermanfaat. “Ini juga merupakan bagian yang tak terpisah dari upaya terus mendorong penciptaan lapangan pekerjaan yang produktif,” ujarnya.

Bagi Hamdi, kegiatan semacam ini merupakan langkah strategis untuk mendorong masyarakat atau pemuda untuk terus kreatif dan memiliki keterampilan. Setidaknya, kata Hamdi, melalui pendidikan dan pelatihan, masyarakat terdorong untuk mengerti dan memahami bagaimana menghasilkan sesuatu yang lebih kreatif sebagai upaya perbaikan dalam hidupnya.

Narasumber dalam kegiatan pemberdayaan ini adalah orang-orang yang sudah kompeten dan memiliki pengalaman. Mereka berasal dari aktivis pemuda yang peduli terhadap pentingnya program pemberdayaan terhadap masyarakat. Muhardi menyatakan bahwa dalam program kegiatan pemberdayaan, salah satu yang ditekankan adalah agenda peningkatan kapasitas pengolahan ternak. Materi dalam program PKM selain bersifat teoritis, para peserta pemberdayaan langsung terjun praktik (bersifat paktik).

Muhardi dalam penyampaiannya, menekankan kreatifitas bagi pemuda untuk mampu menangkap peluang usaha yang bernilai ekonomi. Dengan adanya kreatifitas dan ilmu yang dimiliki ada manfaatnya.  Diharapkan dari kegiatan ini, masyarakat atau pemuda semakin memiliki ghirah untuk memanfaatkan potensi ekonomi.