Rebutan Kursi Pimpinan DPR, Chris Parangan Sinyalir Golkar NTB Saling Telikung

Rebutan Kursi Pimpinan DPR, Chris Parangan Sinyalir Golkar NTB Saling Telikung

8/29/2019


Mataram, (LF) Pemilihan anggota legislatif (Pileg) Provinsi NTB periode 2019-2024, Partai Golkar berhasil meraih kursi terbanyak yakni 10 kursi dari 65 kursi yang diperebutkan 16 partai nasional peserta pileg 2019. Partai Golkar pun berhasil mempertahankan tradisi juara umum seperti pileg pileg sebelumnya.

Pengusulan tiga nama menjadi Ketua di gedung Udayana itu pun sudah dilakukan oleh DPD I Partai Golkar NTB melalui rapat pleno. namun sayangnya pleno pada, Minggu (25/08) malam di kantor DPD I Partai Golkar NTB kemarin masih misteri karena tiga nama tersebut belum diungkap ke publik.

Menanggapi hal itu, Fungsionaris Pusat DPP Partai Golkar, Chris Parangan mensinyalir bahwa ada Oknum Pimpinan DPD I Partai Golkar NTB yang saling telikung.

“Dalam internal pimpinan saja saling telikung terkait calon Ketua DPRD NTB, apalagi kepada kadernya atau di luar partai,” kata Chris Parangan kepada wartawan, Kamis (29/08) di Mataram.

“Kalau adab seperti ini dipelihara, kita jangan kaget setiap pemilu yang kita hadapi di NTB ini akan semakin turun perolehan kursi, terbukti di periode 2014-2019 kita yang berhasil mendapat 11 kursi namun untuk periode 2019-2024 ini Golkar hanya bisa memperoleh 10 kursi,” sambung keponakan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Theo L. Sambuaga, Kamis (29/08) di Mataram.

Politisi muda itu menegaskan sejatinya DPD I Partai Golkar NTB harus memberikan contoh proses pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat, terutama menyangkut keterbukaan informasi publik seperti yang diamanatkan UU nomor 14 tahun 2008.

Dia mengingatkan, jika Partai Golkar pernah kalah dalam persoalan sengketa informasi di Mahkamah Agung pada 2014.
“Ingat loh, Golkar NTB sudah pernah kalah dengan putusan nomor: 700/K/Pdt.Sus.KIP/2014. Akhirnya partai membayar denda Rp 500 ribu,” ujar politisi berdarah Sulawesi ini.

Tidak mustahil tambahnya anggota DPRD yang duduk di Udayana (DPRD NTB: red) periode ke depan akan berkurang hingga 9 kursi atau malah lebih di bawah lagi.

“Oleh karena itu, oknum pimpinan seperti ini harus sesegera mungkin 'direhab mental' berorganisasi," sindir mantan Direktur Komunikasi Poltik TKD Jokowi - Ma'ruf Amin ini.

Chris berharap pimpinan partai di DPD I NTB segera 'mempublish' tiga nama yang dikirim ke DPP Partai Golkar.

"Pleno Partai itu bagaikan Pansel Jabatan di birokrasi Eksekutif. Jangan sampai ikhtiar 'Pansel' yang digelar hari minggu malam lalu itu ternyata hajatan 'Parcel', Nauzubillahiminzalik..," tegas suami Asisten 1 Setda Prov NTB ini. (01)