Header Menu

https://lombokgreentrans.com/sewa-mobil-paling-murah-di-lombok-harga-paling-murah/

Guru To'i diberi Gelar The Father Of Tambora Generation



MATARAM – LOMBOK FOKUS | Kabupaten Dompu menjadi salah satu kawasan strategis pembangunan nasional, dengan potensi dimiliki, baik sektor pariwisata, pertanian, peternakan maupun sektor pertambangan.

Sektor pertanian misalkan, di Kabupaten Dompu terdapat pabrik gula terbesar di Indonesia bagian timur dan penghasil produksi jagung nasional, daerah pelepasan sejuta ternak di kawasan Tambora. Khusus sektor pertambangan, Dompu ada cadangan Emas nomor dua terbesar di Indonesia.

“Menghadapi kemajuan tersebut, diperlukan kesiapan sumber daya manusia (SDM) berupa skill dan keterampilan memadai terutama di kalangan generasi muda, agar bisa menghadapi persaingan” kata Anggota DPRD NTB, Akhdiansyah diacara diskusi Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Islam (Ikapmi) Dompu di Mataram, Sabtu (21/9/2019).

Dengan bekal skill dan keterampilan, memungkinkan masyarakat bisa merasakan kemanfaatan dari setiap program pembangunan dijalankan pemerintah, baik perintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.

Jangan sampai keberadaan program pembangunan dijalankan pemerintah tersebut justru banyak dinikmati orang luar, sementara masyarakat setempat justru jadi penonton, itu tentu tidak diinginkan. Apalagi pasca kawasan Saleh, Moyo dan Tambora ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer dunia, akan banyak pluang dan tantangan.

“Adik – adik mahasiswa harus optimis menatap masa depan, menyiapkan diri dengan skill dan keterampilan menghadapi persaingan” ungkap pria yang akrab disapa Guru To’i tersebut

Lebih lanjut, Akhdiansyah menambahkan, sebagai Anggota DPRD Propinsi Dapil Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima dirinya berkomitmen untuk mengawal setiap agenda pembangunan di daerah yang dijalankan Pemda NTB, untuk memastikan program dijalankan berpihak pada kepentingan masyarakat, termasuk dilakukan secara merata, tanpa ada diskriminasi.

Acara diskusi ditutup dengan pemberian cendramata dan pemberian gelar “the father of tambora generation” kepada Guru To’i. Gelar diberikan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi terhadap kampung halaman tanah Dompu