Apakah Bulan Bahasa Penting..?

Apakah Bulan Bahasa Penting..?

10/27/2019


Indonesia sangat kaya akan bahasa dan budaya. Keanekaragaman bahasa dan budaya yang di miliki indonesia adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Di mulai dari keanekaragaman bahasanya sendiri indonesia selai mempunyai bahasa nasional yang disebut bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia.

Selain itu indonesia juga banyak sekali mempunyai keanekaragaman bahasa lain yaitu bahasa daerah. Selain ragam bahasa yang dimiliki indonesia, budayannya pun sangat beragam setiap daerah mempunyai kebudayaan masing-masing.

 Ragam bahasa dan ragam budaya yang dimiliki indonesia wajib kita lestarikan sebagai warisan budaya leluhur. Kita sebagai  para penerus bangsa ini harus bisa lebih mengerti dan memperhatikan pelestarian ragam budaya yang ada di sekeliling kita.

Pelestarian ragam budaya khususnya Bahasa dapat kita lestarika dengan cara lebih mengenalkan bahasa dan budaya Kepada masyarakat luas tertama pada anak-anak. Contohnya seperti acara “bulan bahasa” yang sudah runtin dilaksanakan setiap tahun pada bulan oktober oleh anak-anak organisasi bahasa.

Karna pada bulan tersebut terjadinya peristiwa sumpah pemudah pada tanggal 28 oktober 1928. Dan tidak menutup kemungkinan bulan bahasa di lakukan oleh perguruan tinggi dan sekolah-sekolah yang lainnya.

Karna acara yang diadakan rutin setiap tahun ini akan berdampak baik bagi siapa saja yang ikut serta di dalamnya.
Seperti pernyataan di atas ternyatah masih banyak di antara kita yang belum mengetahui tentang bulan bahasa.
Sekalipun mereka mengetahuinya akan memilih bersikap tidak perduli atau acuh tak acuh saja.

Bahkan mereka berpikiran bahwa penting ga sih acara bulan bahasa itu? Dengan pendapat mereka bahwa bulan bahasa itu tidak penting secara otomatis mereka tidak menganggap penting nasib kelangsungan bahasa indonesia.
Sikap tidak perduli dan kurang memperhatikanya bahasa itu sendiri akan menimbulkan ketidaksopanan dalam berbicara atau berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang anak bisa saja tidak santun ketika berbicara dengan orang tuanya, begitu juga dengan gurunya.
Mungkin dengan seiringnya kemajuan jaman mengubah pemikiran dan cara padang orang tua dalam mendidik anaknya yang bisa di bilang agar longgar da kurang memperhatikan kemajuan, perkembangan yang di alami oleh anaknya.
Dibandingkan orang tua jaman dulu. Orang tua jaman sekarang kurang memperhatikan kesantunan berbahasa anaknya, padahal kesantunan berbahasa adalah salah satu pendidikan yang di perlukan oleh setiap anak.  Entah memang karna kemajuan zaman ataukah karna pengaruh dari luar, orang tua lebih berlomba-lomba menyekolahkan atau mengkursuskan anaknya ke sekolah yang mengajarkan berbahasa asing, seperti bahasa inggris, korea, mandarin, prancis dan masih banyak yang lainnya.

Mungkin juga mereka para orang tua menganggap bahasa indonesia atau bahasa daerah adalah bahasa yang kurang menguntungkan bagi anak-anaknya di bandingkan dengan mempelajari bahasa asing yang nantinya di anggap akan menunjang tingkat pekerjaan yang mereka dapat.

Selain itu, dalam proses menndidik anak, banyak cara yanng bisa di lakukan para orang tua yaitu bisa dengan cara berdongeng atau menceritakan cerita-cerita rakyat yang ada di daerah setempat, untuk menumbuhkan sikap mengenali lingkungannya.

Meskipun bahasa asing adalah sebagai penunjang kehidupan, maka kita tidak seharusnya bersikap tidak perduli dan acuh tak acuh degan melewatkan begitu saja bulan bahasa, karna dengann mengikuti bbulan bahasa mendorong rakyat untuk lebih berkomitmen menggunakan bahasa indonesia dengan baiki, benar dan santun, dan akan lebih mencintai ragam bahasa dan budaya yang ada di Indonesia.
Penulis : Nur Imamah ( Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram )