Bulan Sastra Para Mahasiswa Bahasa Indonesia

Bulan Sastra Para Mahasiswa Bahasa Indonesia

10/27/2019


Opini - Tanggal 28 oktober 1928 itu ditetapkan sebagai sumpah pemuda dengan Bahasa yaitu Bahasa Indonesia sehingga pada bulan oktober itu di namakan bulan Bahasa. Bagi civitas akademis nama bulan Bahasa itu terasa tidak asing lagi bagi mereka  apa lagi anak-anak Bahasa.  Bulan oktober ditetapkan sebagai bulan Bahasa, mungkin kebanyakan orang yang belum tentu tahu dan biasanya  dikampung sayapun saya taunya kalau tanggal 28 oktober itu hanya tanggal lahirnya sumpah pemuda dan baru saya tau sekarang pas saya   kuliah mengambil jurusan Bahasa Indonesia, dijadikan bulan Bahasa pada tanggal 28 oktober itu karena sebagai Bahasa persatuan bangsa Indonesia.
Progaram studi pendidikan Bahasa Indonesia beramai-ramai melaksanakan kegiatan yang ditunggu-tungguu selama ini karna kegiatan ini hanya dilakukan selama 1 tahun sekali. Acara ini dilakukan setiap tahunnya pada tanggal 28 oktober.  Kegiatan atau acara bulan Bahasa ini tetap dikenang oleh seluruh pemuda Indonesia khusunya program studi Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Mataram sampai sekarang. Mahasiswa Bahasa Indonesia sudah melaksanakan kegiatan tersebut dengan berbagai acara seperti lomba, pesertanya bukan cuman mahasiswa dari program studi Bahasa Indonesia tetapi semua mahasiswa Universitas Muhammdiyah Mataram.
Pelaksanaan kegiatan tersebut bukan hanya memperingati hari sumpah pemuda tetapi berbagai penunjang kualitas jurusan dan mahasiswa, karena dengan adanya kegiatan tersebut mahasiswa bisa menciptakan kreatifitas sesuai dengan minat dan bakat mereka, seperti yang ada diperlomba’an itu. Ada berbagai lomba seperti: Membuat puisi dengan karya sendiri, Baca puisi, orasi,pidato, makan krupuk, gigit koin, Tarik tambang dan lain sebagainya. Mungkin ada dari mahasiswa yang pandai membuat puiisi,disitu mereka bisa memperlihatkan bakatnya  ataupun orasi, disitu juga mereka bisa menunjukan kepada teman-temannya bahwa mereka bisa beretorika didepan umum tanpa ada kata “Ragu”, disitu bisa melatih mental,keberanian mereka untuk berdiri didepan umum. Belajar menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar karena sekarang kebanyakan menggunakan Bahasa Indonesia dengan gaya Bahasa luar. Karena lebih bangga menggunakan Bahasa asing dari pada Bahasa nasional sendiri.
Mungkin pemerintah harus lebih memperhatikan lagi tentang bulan Bahasa pada bulan oktober ini, pendidikan sekolah dari SDN sampai dengan perguruan tinggi sebagai salah satu sarana untuk bisa membawa perubahan, mencerdaskan kehidupan anak bangsa merupakan tempat yang tepat  untuk menumbuhkan rasa bangga terhadapaa Bahasa Indonesia. Dengan adanya kegiatan bulan Bahasa ini dapat mencerdaskan anak-anak bangsa dengan kegiatan yang menarik sehingga bisa mempengaruhi mereka untuk tetap aktif dan belajar menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Kalau bukan kita yang membawa perubahan itu?  karena ini adalah  negri kita sendiri, kita harus bisa mempertahankan Bahasa Indonesia. Maka dengan itu mari kita sama-sama memperbaiki Bahasa persatuan kita yaitu Bahasa Indonesia dengan menggunakan Bahasa yang baik dan benar.

Maka dari itu perlu kita sebagai generasi penerus bangsa untuk menjaga kelestarian bahasa Indonesia dan bahasa daerah, memulai program kursus bahasa dan mengumpulkan arsip-arsip bahasa daerah.

Selain itu juga, Pemerintah bekerjasama dengan lembaga pendidikan harus membuat kegiatan ekstrakurikuler yang bisa menunjang para generasi bangsa untuk mempelajari bahasa Indonesia lebih dalam serta melestarikan bahasa lokal tersebut

Penulis : Evi Harani ( Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram)