Gelar Dialog Publik 4 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Ini Catatan PMII Bali-Nusra

Advertisement

Gelar Dialog Publik 4 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Ini Catatan PMII Bali-Nusra

10/16/2019


MATARAM - LF | Pengurus Koordinator Cabang PMII Bali-Nusra gelar Dialog 4 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Dengan tema "Catatan Infrastruktur dan SDM Unggul", bertempat di TNT Caffee, yang dihadiri oleh Aktivis PMII Se-Kota Mataram, OKP Se-Kota Mataram, Mahasiswa Unram, Mahasiswa UIN Mataram, dan berapa kampus lainnya juga terlihat meramaikan acara Dialog tersebut. Kamis,(17/10).

Acara dialog diadakan untuk melihat sejauh mana kinerja pemerintah di bawah pimpinan Jokowi-JK dalam membangun infrastruktur dan SDM di Indonesia, khususnya di NTB.

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Bali-Nusra (Aziz Muslim) Bicara soal infrastruktur dan SDM unggul, kurang lebih 3.442 Km jalan aspal yang sudah dibangun di masa pemerintahan Jokowi, kemudian secara pembangunan pun kurang lebih 943 jalan TOL yang sudah dibangun, sekitar 60 bendungan baru di Indonesia, serta irigasi dll.
" maka dari itu, sangat penting soal tersebut kalok kita kaitkan dengan infrasturktur di NTB, terlepas dari persoalan di Nasional, Jika tidak memungkinkan untuk membangun jalan TOL atau infrastruktur yang lain, paling tidak NTB bisa menyusaikan diri soal kemajuannya atau beberapa proyek nasional maupun internasioanl yang ada di NTB" Ungkap Ketua PKC PMII Bali -Nusra Aziz Muslim.

"Mengenai SDM Unggul untuk menunjang pembanunan pun juga harus kita perhatikan, tidak hanya di Daerah namun juga kita mesti mampu melihat dan mengetahui perkembangan di Nasional" Tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan Dalog Publik yang dipandu oleh M. Djunaidi sebagai moderator.

Beberapa catatan penting dari sahabat Endri Susanto sebagai Penggiat Sosial dan selaku President Endri Foundation Indonesia, dalam melihat pembangunan Infrastruktur dan SDM Unggul sesuai dengan kacamata sosial.

"Dilihat dari mata sosial atau kacamata sipil, saya berpandangan bahwa memang kepemerintahan Jokowi-JK ini agak sedikit menarik, bahwa soal politik itu tidak dikatikan dengan kepentigan sosial, sebut saja bahwa misalkan secara politik di NTB tidk pernah menang dalam pilpres baik di periode pertama ataupun ke dua, namun NTB tetap menjadi prioriras Nasional" Ungkap Endri Susanto.

Endri Susanto mengambil Contoh pembangunan KEK Mandalika sebagai salah satu proyek terbesar di Indonesia dan yang terus dibangun, Jokowi-JK tidak memandang NTB dari segi kepentingan politik, tetapi sebagai bagian dari Indonesia.

"Kalok tidak salah biaya KEK Mandalika atau infrastruktur murninya itu kurang leih 400 Triliun Rupiah, ini saya coba memberkan ilustrasi misalkan apa saja yang harus kita perhatikan Jokowi, pointnya adalah siapapun pemerntah kita yang ingin terus membangun NTB terlepas dari perosalan politik yang beda ya harus tetap kita dukung dengan penuh" Tambahnya.

Endri susanto bercerita saat diundang dalam acara Kick Andy pada awal akhir 2016 soal pengiriman bantuan berbentuk kursi roda dari Australia kepada yayasan Endri Foundatioan, yang pada saat itu masih dipersulit. Setelah ia menyampaikan hal itu di depan awak media, dan kemudian banyak perubahan aturan dalam hal pengiriman barang bantuan dari donatur luar untuk pegiat sosial di indonesia.

Pada kesempatan yang sama Dr. Saleh Ending sebagai narasumber ke-2 juga menyampaikan Catatan Infrastruktur dan SDM Unggul sesuai dengan kacamata Akademisi.
"Soal Infrastruktur, saya mesti angkat topi soal ini dan ini memang bagus di sisi lain juga pasti masih banyak kekurangan, namun saya rasakan sendiri, saat berpergian di pulau jawa, sangat cepat kita menempuh perjalanan, makin mudah,dan nyaman" Ungkapnya.

"Kemudian SDM Unggul, saat periode pertama memang saya lihat soal SDM agak redup, karna memang periode pertamanya itu fokus soal Infrastruktur dan baru-baru ini saya lihat SDM unggul juga akan difokuskan, artinya tidak bisa Infrastruktur itu dibanggun bersamaan dengan SDM. Saya setuju soal pembangunan SDM Unggul ini akan dibangun dengan profesional, karena akan menjadi investasi besar untuk Bangsa ini menjadi lebaih maju dan baik lagi" Tambahnya.

Dr. Saleh Ending juga perbicara tentang Market, people dan state, jiika yang tiga ini menyatu dan diimplementasikan oleh Jokowi periode kedepan, maka kondisi sosial indonesia akan sangat baik.

" Itu maksud saya bahwa, ini mesti harus diperhatikan oleh pemerintah pusat ataupun daerah, disamping pembangunan infrastruktur. Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi penonton, maka dari itu selain kita menunggu kebijakan pemerintah untuk memposisikan masyarakatnya, kita pun mesti mempersiapkan diri untuk menghadapai itu semua, mesti sadar soal SDM yang harus kita bangun sendiri" Pungkasnya. (red)