Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden : GBIK – FKI – ELIMA Gelar Konfrensi Pers Tangkal Radikalisme dan Ekstrimisme.

Advertisement

Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden : GBIK – FKI – ELIMA Gelar Konfrensi Pers Tangkal Radikalisme dan Ekstrimisme.

10/17/2019


Jakarta - LF | Organisasi Masyarakat Generasi Baru Indonesia Kuat ( GBIK ) Bersama Forum Kebhinnekaan Indonesia (FKI) dan Elang Indonesia Maju ( Elima ) menggelar konferensi pers dengan tema“Indonesia Memanggil Rakyat Kawal Konstitusi Dan Jaga Demokrasi” .Konfresi pers di gelar di kantor GBIK Jalan Agus Salim 177 Jakarta pusat. Rabu. 16/10/2019.
Konferensi pers  dalam rangka menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober dan juga menyongsong hari sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 2019, dan bertujuan “Mengawal Konstitusi Serta Menjaga Demokrasi”
Ketua Umum Generasi Baru Indonesia Kuat, Junaedi SH. Bercerita  Ketika era kemerdekaan, para pemuda bersatu melawan penjajah. Mereka rela menumpahkan nyawa, demi generasi berikutnya bisa mendapatkan kemerdekaan. Para generasi muda ketika itu juga tidak pernah mempersoalkan perbedaan. Meski berbeda-beda suku, bahasa, budaya dan agama, mereka tetap mengaku sebagai Indonesia. Karena Indonesia rumah kita, semestinya harus dijaga dan dilestarikan oleh siapapun yang mengaku sebagai warga negara Indonesia. Tanpa peran serta generasi muda, niscaya Indonesia bisa berkembang seperti sekarang ini.

Untuk itu kata  Junaedi S.H. konfrensi pers yang dilaksanakan pada hari ini oleh  tiga organisasi kemasyarakatan yakni , Generasi Baru Indonesia Kuat ( GBIK ) bersama Forum Kebhinnekaan Indonesia (FKI) dan juga  Elang Indonesia Maju ( Elima ) untuk mengajak seluruh Rakyat Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan serta  bersama – sama memerangi  Intoleransi dan tindakan radikalisme menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh  kelompok atau golongan tertentu, yang ingin mengantikan ideologi Pancasila  merupakan embrio tumbuhnya tindakan ekstrimisme dan terorisme.

Sebagai negara dengan keberagaman suku, budaya hingga keyakinan, tidak membuat Indonesia luput dari sasaran bertumbuhnya faham fundamentalisme, yang dapat tumbuh sebagai tindakan ekstrimisme dan terorisme.
" Melaui momentum peringatan hari sumpah Pemuda ,saya mengajak seluruh Rakyat indonesia untuk bersama – sama melakukan upaya pencegahan dan menangkal masuknya paham radikalisme dan aksi intoleransi yang saat ini marak terjadi, mari kita teguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia," Ujar Junaedi SH. Ketua Umum GBIK.

Hal senada juga di sampaikan Ketua Umum Elang Indonesia Maju ( ELIMA) Marsekal Muda ( Purn- TNI AU Subandi Parto, SH,MH. Mengatakan bahwa, Pemuda selaku penerus Bangsa harus  Bisa Tangkal Radikalisme dan Intoleransi, juga memegang teguh jiwa Pancasila serta berjiwa Nasionalisme, kita boleh berbeda organisasi,  berbeda suku dan bahasa, berbeda keyakinan, tapi kita tetap satu.
"Semangat sumpah pemuda 1928 yang telah mengikrarkan diri dalam satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa hendaknya menjadi senjata yang sangat ampuh untuk melawan segala macam bentuk upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, jangan pernah gadaikan ideologi bangsa untuk kepentingan pribadi dan golongan " tegas , Subandi Parto, SH,MH.

Dalam konferensi persnya ketiga organisasi tersebut menyampaikan beberapa hal, diantaranya : menyerukan dan memanggil kepada segenap Rakyat Indonesia untuk secara bersama-sama Mengawal konstitusi serta Menjaga Demokrasi.

Mendukung aparat Keamanan dan Pertahanan yaitu Polri dan TNI, untuk tidak ragu dalam menindak, bila perlu menghancurkan semua gerakan Makar dari pihak manapun, atau aksi Teror yang dengan sengaja memberi rasa takut kepada rakyat dan bangsa Indonesia, atau gerakan Radikal yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.
Mengajak seluruh rakyat Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadikan Radikalisme sebagai musuh bersama. ( HMS GBIK )