Header Menu

https://lombokgreentrans.com/sewa-mobil-paling-murah-di-lombok-harga-paling-murah/

Mereka Yang Bernyali Mengemudi DR 6

Ridwansyah, Iswandi, Baiq Eva Nurcahya Ningsih, Lalu Gita Ariyadi dan Husnul Fauzi duduk di satu kursi panjang usai uji kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba di RSUP NTB, kemarin di Mataram.
MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah pamer lima perebut kursi Sekda NTB di aku media sosial miliknya. Di status medsos, Zul menulis kata-kata netral dan memposting lima wajah calon Sekda yang tengah duduk di satu kursi panjang.
Adapun tulisan Zul dalam akun postingan media sosialnya.’senang melihat para calon Sekda NTB kompak dan hangat. Sehari-hari kami tak merasa ada yang lebih dibanding yang lain. Sama saja tim yang sangat luar biasa. Kalau bisa pilih kelimanya saya pilih semuanya sebagai Sekda saking hebatnya orang-orang ini.
Sementara, lima calon Sekda NTB itu yakni. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, Hunsul Fauzi, Iswandi, Lalu Gita Ariadi dan Ridwansyah.
Sesuai jadwal, lima pelamar Sekda itu kemarin mengikuti uji kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba. Selain harus tuntas sisi kesehatan, para pelamar harus bebas dari hukum selama menjadi pejabat. Sekda harus bersih secara hukum dan moril. Ini catatan tidak kalah penting pertama yang harus dimiliki bagi yang lolos untuk membantu gubernur dan wakil gubernur mengurus internal birokrasi lingkup Pemprov NTB.
Guru Besar Hukum Universita Mataram, Zainal Asikin mengatakan, catatan bersih secara hukum tentu berdampak pada kepercayaan publik. Itu berkaitan dengan rekam jejak yang perlu dipertimbangkan khususnya bagi gubernur. “Rekam jejak dipelajari. Apakah selama berkarir dalam birokrasi pernah ada bersentuhan dengan hukum,” kata Asikin kepada media, kemarin.
Untuk melihat catatan mereka dalam hal ini, dituntaskan di Aparat Penegak Hukum (APH) kepolisian dan kejaksaan.  Kedua, calon Sekda perlu dilihat prestasinya selama dalam birokrasi. Menurut Asikin kelima pejabat itu secara formil keilmuannya memenuhi syarat. Namun kalau mau obyektif harus dilakukan Tes Potensi Akademik (TPA) dan Toefel sebab dua hal itu bisa menjadi pembanding dengan penilaian lainnya yang dibuat oleh Pansel itu sendiri.
Untuk menilai mereka yang layak, menurutnya harus mendengarkan masukan dari masyarakat. Sebab opini publik akan berpengaruh kepada kinerja birokrasi pemerintah suara publik tidak bisa diabaikan. “Masukan dari masyarakat penting didengar,” katanya tegas.
Sementara itu, Direktur RSUP NTB, L Hamzir Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan kesehatan mereka melibatkan delapan dokter yaitu, dokter umum, spesialis jantung, penyakit dalam, mata, tht, dokter jiwa dan penunjang laboratorium dan radiologi. Mereka yang menjalani pemeriksaan dari pagi hingga pukul 16.30 Wita itu, diperiksa fisik lengkap darah, urine termasuk diperiksa narkoba.  Untuk pemeriksaan napza ada lima elemen yang diperiksa Mariuana, Amphetamin, Metamphetamin, Benzodiazepine dan Opioid. Lalu calon Sekda juga melaksanakan tredmill, EKG, Echocardiografi untuk pemeriksaan jantung selain itu juga diperiksa  Foto Thorax, CT Scan dan USG Abdomen.
“Semua kami periksa secara lengkap,” kata Hamzir kepada media.
“Untuk tes kejiwaan diperiksa oleh Tim dari RSJ Mutiara Sukma bertempat di Poli Eksekutif Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB,” bebernya.
Terkait hasilnya pihaknya enggan membeberkan, hal itu telah diatur sesuai SOP. Hasilnya nanti akan diserahkan kepada Pansel Sekda. Hasilnya pun tidak bisa diketahui semua hasil pemeriksaannya itu akan direkap dan dan dikumpulkan semua . “Jika tim sudah final tentunya kami langsung serahkan kepada Timsel,” tutupnya.
Disinggung tentang kehadirannya sebagai satu satunya perempuan dalam Kontestasi Sekprov ini, Mbak Eva (Sapaan akrab Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si.) dengan lugas dan tegas mengatakan,"Sekali Layar Pansel Sekda Terbentang,Surut Kita Berpantang".