Peringati Hari Santri, Selly Luncurkan Ponpes Go Digital

Peringati Hari Santri, Selly Luncurkan Ponpes Go Digital

10/22/2019


Mataram, LF | Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dra. Hj. Putu Selly Andayani meluncurkan program Ponpes Go Digital di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah, Karang Genteng, Pagutan, Kota Mataram, Selasa malam 22 Oktober 2019.

Program itu digagas guna mencetak santri zaman now yang mandiri, sehingga menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

“Saya berharap kepada calon-calon pengusaha yang santri ini, untuk terus bergerak dan mandiri sampai menjadi pengusaha yang sukses,” ungkapnya didampingi Pimpinan Ponpes Darul Hikmah TGH. Abdul Hamid, S.I.P.

Menurut Hj. Putu Selly, program Ponpes Go Digital dengan nama "SanMart (Santri Mart) yang digagasnya kali ini, sebagai upaya menjawab era revolusi industri 4.0. Dimana santri harus dapat mandiri dan mengikuti perkembangan jaman.

Karenanya, program itu akan menargetkan agar santri mulai fokus di dunia wirausaha. Namun demikian, lanjut Hj. Putu Selly, bukan berarti santri harus berjualan di pasar konvensional dan menunggu pembeli yang datang.

"Pada program Ponpes Go Digital ini, para santri cukup mereka, misalnya berjualan kripik tahu, kue, kerajinan tangan hingga berjualan sayur di rumah dan di lokasi manapun, hanya dengan menekan handphone alias gadget mereka. Jadi, simple kan," ujar Hj. Selly.

Kadis Perdagangan NTB mengatakan, dengan tidak menafikan arti penting menuntut ilmu, menjadi seorang pengusaha tidak harus sekolah tinggi-tinggi, namun cukup dengan tekad, kemauan, dan kemampuan.

“Jadi bukan karena uang saja, tapi karena kemauan dan kemampuan, baru sukses,” ucapnya.

Nah, para santri inilah yang akan menjadi pengusaha yang Islami, karena Nabi Muhammad SAW juga seorang pengusaha yang sukses.

“Kita sebagai umatnya, makanya harus mengikuti jejaknya, kuatkan niat dan iman, jangan sampai iman kita tergadaikan gara-gara kita tidak memiliki uang dan usaha,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, sebagai seorang santri jangan hanya mempelajari ilmu akhirat atau ilmu agama saja, melainkan ilmu dunia (bisnis) juga harus dipelajari, sehingga antara ilmu dunia dan ilmu akhirat seimbang (balance).

“Kalau ilmu dunia dan akhirat sama baiknya, maka tinggal suksesnya saja, sehingga menjadi orang yang sukses, dunia dan akhirat,” tuturnya.

Selly pun optimistis jika para santri yang juga calon-calon pengusaha yang Islami, memiliki kemantapan keimanan dan kemauan untuk menjadi orang yang sukses. Dimana salah satu ciri-ciri anak yang sukses, adalah anak yang prihatin kepada orang tua.

“Saya yakin santri NTB yang telah saya kelilingi, bakal menjadi santri yang sukses dan mandiri. Satu kuncinya, yakni kemauan dan ikhlas dalam menggeluti bidang usaha yang dikehendaki," tutupnya.

Selain itu, untuk memperkuat program yang diluncurkan tersebut, Hj. Putu Selly juga memastikan menjalin kerjasama dengan BNI dan Forum Komunikasi Sales dan Marketing (FKSM) NTB.

"Kami di Dinas Perdagangan telah cukup lama bermitra dengan Bank BNI, untuk mendukung setiap program Dinas Perdagangan. Demikian juga FKSM NTB siap mendukung dan mensukseskan berdirinya SanMart ini," tegas Pembina FKSM NTB itu.

Sementara Pimpinan Ponpes Darul Hikmah TGH. Abdul Hamid, S.I.P., menyampaikan terima kasih atas gagasan Kadis Perdagangan NTB, dalam upaya peningkatan ekonomi ponpes yang dipimpinnya.

Tampak hadir dalam peluncuran Ponpes Go Digital yang menjadi rangkaian peringatan HSN 2019 itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., Ketua MUI Kota Mataram TGH. Abdul Manan, Lc., Pimpinan Pesantren Tarbiyatul Quro' Pejeruk Ampenan TGH. Izul Fikri Amin. (Lns)