Rohman Farly : Mataram sebagai Pusat Aktivitas Literasi

Advertisement

Rohman Farly : Mataram sebagai Pusat Aktivitas Literasi

10/31/2019


Mataram -- Sebagai ibukota provinsi NTB, Kota Mataram tidak sekedar menjadi pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Kota Mataram harus menjadi pusat kegiatan kebudayaan, salah satunya melalui kegiatan literasi.

H Rohman Farly yang akrab disapa HRF  melihat selama ini Kota Mataram belum menunjukkan diri sebagai pusat kebudayaan, termasuk di dalamnya gerakan literasi.

" Padahal intelektual NTB banyak di Mataram. Begitu juga dengan kampus-kampus terbaik di NTB ada di Kota Mataram. Tapi rasanya ada jarak antara kegiatan intelektual itu dengan pemerintah Kota Mataram," kata HRF , Kamis (31/10 ) .

HRF menilai berbagai kegiatan ilmiah, intelektual, dan kegiatan yang berkaitan dengan gerakan literasi lebih sering dilakukan oleh kampus dan komunitas. Kedepan, Pemerintah Kota Mataram perlu memasivkan gerakan literasi diberbagai kslangan dan stakeholder. Mataram hanya beruntung sebagai ibukota provinsi saja.  Pemkot Mataram bisa menjadi terdepan dalam berbagai kegiatan tersebut.

HRF akan menjadikan gerakan literasi ini sebagai salah satu program unggulan. Menjadi bagian dari misi kebudayaan di Kota Mataram. Motto "Berbudaya" bukan sekedar seremonial kegiatan kesenian. Tapi juga kegiatan kegiatan yang terkait dengan literasi.

HRF akan menjadikan Dinas Perpustakaan sebagai dinas yang bergengsi. Tidak sekedar menunggu pengunjung. Dinas Perpustakaan harus turun ke lingkungan-lingkungan untuk kegiatan literasi. Para petugas perpustakaan harus lebih banyak waktunya membina masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.

"Kota Mataram ini sangat kecil. Jadi mudah untuk menjangkau semua tempat," imbuhnya.

HRF juga akan mengoptimalkan berbagai komunitas yang aktif di kegiatan literasi. Bersama komunitas ini, Dinas Perpustakaan akan turun menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi. Seperti memotivasi untuk gerakan membaca, gerakan menulis, termasuk juga program literasi lainnya. Seperti literasi keuangan, literasi media. Melalui gerakan ini, HRF berharap ada kebangkitan semangat warga Mataram untuk belajar dan mengembangkan diri.

" Akan kita integrasikan dengan kegiatan Posyandu, kegiatan komunitas, termasuk juga berbagai sanggar belajar yang ada di setiap kelurahan," ujarnya.

Di setiap lingkungan nantinya akan muncul kelompok-kelompok belajar.  Sasaran utamanya anak-anak dan remaja. Selain menyediakan bahan bacaan dan berbagai kegiatan yang menarik, mereka juga bisa dibimbing untuk meningkatkan kapasitas.

" Misalnya ada yang suka dengan dunia digital, akan difasilitasi untuk pelatihan itu. Bukan dengan cara dikumpulkan di kantor walikota, tapi langsung turun ke setiap lingkungan," tandas  Rohman Farly

Melalui gerakan ini HRF berharap warga Mataram khususnya anak muda menjadi anak muda unggul. Merekalah yang nantinya akan membangun kampung halamannya. Merekalah yang nanti akan melakukan kegiatan kegiatan positif di setiap lingkungan.

"Saya percaya dengan kegiatan literasi ini, akan muncul anak muda Mataram yang unggul di segala bidang," tukasnya

Dalam berdiskusi dengan beberapa komunitas anak muda, HRF mendengar ada kerinduan mereka agar Mataram ini jadi barometer kegiatan literasi. Menjadi barometer kebudayaan di NTB. Selama ini berbagai program tersebut dilakukan oleh pemerintah provinsi, kampus, maupun pihak luar. Anak-anak muda Mataram itu menginginkan Pemkot Mataram sebagai penyelenggara.

" Lalu saya tantang anak-anak muda itu, dan mereka siap menjadi penggerak. Insya Allah jika diberikan amanah, kami siap mendukung apa aspirasi mereka itu," katanya.

Bagaimana dengan biaya ? Bukankah selama ini Dinas Perpustakaan bukan menjadi "dinas basah" dan sering mendapat porsi anggaran kecil ?

HRF menjawab, dari sisi anggaran dia akan memperhatikan Dinas Perpustakaan. Selain itu HRF akan bekerjasama dengan semua kampus yang ada di Kota Mataram untuk menyelenggarakan kegiatan literasi itu. Termasuk juga mendukung komunitas yang ada melalui kelurahan. Swasta pun akan dilibatkan. Tidak sekedar menjadi sponsor acara hiburan semata, tapi mereka tentu senang dengan kegiatan literasi.

" Tidak terlalu banyak butuh anggaran. Kota Mataram ini kecil wilayahnya. Apalagi banyak pihak yang siap mendukung program ini," pungkas HRF