Header Menu

https://lombokgreentrans.com/sewa-mobil-paling-murah-di-lombok-harga-paling-murah/

Fraksi PPP Usulkan Raperda Tentang Kesejahteraan Guru Ngaji dan Marbot Masjid


MATARAM - Pada Paripurna DPRD NTB tentang tanggapan terhadap empat 4 buah Raperda prakarsa DPRD NTB. Fraksi PPP melalui pemandangan umum fraksinya, juga mengusulkan bahwa, Raperda tentang kesejahteraan Marbot Masjid dan Guru Ngaji dimasukkan menjadi Raperda pada tahun 2020 mendatang. Selasa, (19/11/2019).

"Sidang dewan yang kami hormati, sebelum mengakhiri pemandangan umum ini, izinkan kami dari Fraksi PPP mengusulkan agar Kesejahteraan Marbot Masjid dan guru ngaji diusulkan menjadi rancangan Perda pada tahun 2020. Meskipun pidato presiden Joko Widodo pada forum kepala daerah beberapa hari yang lalu, meminta daerah-daerah untuk tidak terlalu banyak membuat perda. Namun bagi kami perda ini tidak kalah pentingnya dengan perda-perda yang lain," berikut kata Ketua Fraksi PPP saat menyampaikan pemandangan umumnya dihadapan seluruh fraksi yang ada.

Saat ditemui usai paripurna Akri menegaskan bahwa, Raperda tentang Marbot Masjid dan Guru Ngaji ini sangat penting. Karena ini menyangkut kesejahteraan mereka. Mau tidak mau, tanpa jasa dari mereka tentu kualitas SDM NTB juga tidak akan bisa terus membaik.

"Guru ngaji lah yang selama ini menjadikan anak-anak kita lebih baik, maka harus kita perjuangkan kesejahteraan mereka. Selama ini kan hanya imbalan akhirat saja yang mereka daparkan, sementara dunianya tidak diperhatikan oleh pemerintah," ungkap Akri

Kedepan tambah Ketua Fraksi PPP DPRD NTB ini, akan mengundang beberapa pakar dan masyarakat untuk mengkaji, ini harus diperjuangkan.

"Semoga saja pada tahun 2020 ini bisa masuk menjadi rancangan Prolegda 2020. Kami akan mengawal hingga bisa gol, kami meminta masyarakat dan fraksi yang lain untuk bersama-sama memperjuangkan Raperda tersebut," pungkas Akri yang juga Sekretaris DPW PPP NTB.