Header Menu

https://lombokgreentrans.com/sewa-mobil-paling-murah-di-lombok-harga-paling-murah/

I Gusti Abdul Aziz dan Coin Foundation


Mataram, | Coin Foundation merupakan sebuah lembaga sosial yang didirikan oleh I Gusti Abdul Aziz. Pada awalnya Coin Foundation ini didirikan oleh Azis dan beberapa sahabatnya. Bobby, Fahrul, Irwan dan Andi Winata.

Melihat sebagian besar masyarakat yang tidak menghargai uang receh dari sanalah idenya untuk mengumpulkan yang Coin dan mendirikan sebuah lembaga.

Banyak dari sahabatnya meragukan ide dan gagasan mereka akan tetapi mereka tetap gigih dan ulet dalam mengumpulkan Coin. Membuat Celengan dan mendistribusikan.

Banyak yang sudah dilakukan oleh Coin Foundation dari hasil recehan yang ia Kumpulkan. 


Membagi Air Bersih Kepada Masyarakat Kekeringan.

Bencana kekeringan di beberapa daerah di Lombok menggerakkan Coin Foundation untuk membagi air bersih di daerah terdampak kekeringan. termasuk di Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

Coin Foundation bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Mataram bergerak bersama untuk membagikan air bersih.

Relawan Coin Foundation dan Kader PMII sama-sama turun membagi air bersih di Pemongkong. Masyarakat yang dilanda bencana ini sangat bersyukur terlihat saat pembagian air mereka rebutan untuk mengambil jatah air.


Membangun Jembatan Darurat di Penendem.

Banjir bandang yang menimpa wilayah Desa Penendem Kecamatan Keruak, Lombok Timur beberapa waktu Lalu, mengakibatkan rusaknya Jembatan di desa Penendem yang merupakan salah satu akses warga  untuk beraktifitas

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mataram bersama Coin Foundation membangun jembatan darurat mulai sejak 1 hingga 3 Desember 2017.

Direktur Coin Foundatin, Abdul Aziz mengungkapkan, pembuatan jembatan sebagai salah upaya untuk melancarkan kembali aktifitas warga.

"Karena akses ibadah dan pendudikan sudah kembali normal dengan adanya jembatan darurat yang dibuat. Warga sudah mulai bisa melalui jembatan untuk beribadah ke  Masjid dan Sekolah," ujarnya, Senin (4/12/2017)

"Alhamdulillah warga sudah bisa beraktivitas seperti semula. Bahagia rasanya bisa melihat adik-adik siswa bisa tersenyum dengan adanya jembatan tersebut," pungkasnya.


Coin Foundation Santunan Anak Yatim.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusra bersama Coin Foundation Gelar peringatan Nuzulul Qur'an dan santunan anak yatim/dhuafa di Masjid Baiturrahman Dusun Puncang Daye, Desa Sandik Kecamatan Batu Layar. Rabu (29/5/19).

Hadir dalam acara tersebut Aziz Muslim (Ketua PKC PMII Bali-Nusra), Abdul Azis (Direktur Coin Foundation), H. Abdurrahman (Kepala Desa), M Nasir (Kapala Dusun), dan Warga sekitar Masjid Baiturrahman.

Momentum Bulan puasa dan Nuzulul  Qur'an dijadikan bulan berbagi dan meningkatkan ketaqwaan.

" Kita dari PMII menggelar acara ini sebagai bentuk peringatan Nuzulul Qur'an dan peduli kepada anak yatim, selain itu juga sebagai bagian dari implementasi Nilai Dasar Pergerakan " ungkap Aziz Muslim (Ketua PKC PMII Bali-Nusra).

Pada kesempatan itu juga, Abdul Azis menerangkan bahwa momentum 10 malam terakhir dijadikan berbagai senyum kepada para masyarakat terdampak gempa.

" Dimomentum 25 ramadhan yang digadang-gadang turunnya Lailatul Qadar semoga Al-Qur'an menuntut kita untuk selalu berbagi, masyarakat terdampak gempa juga butuh senyum dan disiraman keagamaan agar selalu bersyukur dan tetap khusuk dalam beribadah" ungkapnya.

Kegiatan Nuzulul Qur'an di isi dengan pengajian oleh TGH. Subki As-Sasaki dan dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada anak yatim dan orang tua jompo.

Coin Foundation Bergerak sampai Aceh.

Selama tiga hari dua malam, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banda Aceh bersama Coin Foundation memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan beberapa kebutuhan logistik pada korban gempa di Pidie Jaya, tepatnya di Gampong Lhok Puuk Kecamatan Panteraja yang sampai sejauh ini masih terisolir dan belum mendapat bantuan secara maksimal.

Coin Foundation merupakan lembaga sosial milik Kader NU asal Mataram yang bergerak dalam bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan dan lembaga sosial anak. Melalui arahan Ketua PCNU Pidie Jaya, PMII bersama Coin Foundation bergerak menuju lokasi yang memang belum banyak mendapat bantuan seperti lokasi-lokasi yang dekat dengan posko di jalan raya Banda Aceh Medan. Lokasi yang dimaksud adalah Gampong Lhok Puuk. Ketua PC PMII Banda Aceh, Akmaluddin beserta rombongan menuju ke lokasi bersama Abdul Aziz selaku direktur Coin Foundation pada Senin (19/12) langsung menuju camp pengungsian yang berpusat di Pondok Pesantren milik Tgk. Jamaluddin.

 "Setelah kemarin, Minggu, kami memberikan bantuan berupa 300 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Gampong Meunasah Cut, Dayah Teumanah dan Gampong Dayah Pangwa, kemudian kami mendapat arahan dari PCNU Pidie Jaya untuk meninjau langsung keadaan di Gampong Lhok Puuk yang letaknya sangat jauh dari pusat kota," ujarnya.

Dari hasil wawancara dengan Sekdes setempat, Gampong Lhok Puuk terdiri dari 133 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 560 jiwa, satu masjid dan 33 rumah warga rusak total (tidak termasuk rusak ringan). Tidak ada korban jiwa namun ada 3 warga patah tulang dan 18 orang luka ringan saat kejadian gempa beberapa waktu lalu. Lokasi gampong yang begitu jauh dan pelosok tidak mematahkan semangat Abdul Aziz yang datang jauh-jauh dari Nusa Tenggara Barat untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyatakat yang betul-betul membutuhkan. Bahkan ia memutuskan untuk bermalam di tempat pengungsian bersama warga setempat. "Bantuan ini didedikasikan sebagai pengabdian kami terhadap saudara-saudara yang betul-betul membutuhkan.

Dalam konteks masyarakat, tidak hanya pada persoalan hidup yang harus mengais tanpa henti, juga pada persoalan kesejahteraan yang terkadang harus tergadaikan oleh sistem yang tidak diindahkan". Jelas Abdul Aziz selaku direktur Coin Foundation yang juga sebagai Mabincab PMII Mataram.

Aziz, sapaan akrabnya, mendengar penjelasan Tgk. Jamaluddin bahwa ada beberapa perlengkapan dapur umum yang masih kurang dan juga kasur lantai yang dipakai warga di tenda darurat. Bahkan Aziz langsung memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. "Kami catat apa yang kurang, kemudian kami penuhi waktu itu juga. Sengaja kami ajak Tgk. Jamaluddin untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan," katanya. Sementara itu, pagi harinya, selasa 20/12/16 Aziz juga menyempatkan diri datang dan memberikan bantuan logistik pada warga Gampong Muka Blang yang berjarak kurang lebih lima kilometer dari Lhok Puuk.

Bantuan yang dibawa adalah hasil penggalangan dana dari PC PMII Mataram juga dari Persatuan mahasiswa Lombok barat yang diamanahkan melalui Aziz agar diberikan kepada korban gempa di Pidie Jaya.