kata LPB Tentang TMMD Kodim 1620/Loteng

Advertisement

kata LPB Tentang TMMD Kodim 1620/Loteng

11/02/2019


Lombok Tengah - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 tahun 2019 Kodim 1620/Loteng sudah resmi berakhir ditandai dengan penutupan oleh Komandan Lanal Mataram Kolonel Laup (P) Dados Raino di Lapangan Jelojok Kopang Lombok Tengah kemarin, Kamis (31/10).

Usai penutupan, Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri dalam wawancaranya dengan insan media memberikan apresiasi kepada Satgas TMMD yang telah melaksanakan tugas sebulan penuh dengan aman, lancar dan sukses.

Menurutnya, TMMD merupakan bagian dari sinergitas antara Pemda Loteng dengan TNI dengan menunjukan nilai-nilai gotong royong di tingkat desa tidak boleh punah dan hilang. "sinergitas ini terus akan dilanjutkan teramsuk penganggaran kedepan," ujarnya.

Akses-akses sasaran fisik yang dihajatkan sudah dipelajari sebelumnya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, pertanian dan pendidikan.

Wabup juga menekankan bagi desa-desa yang belum memiliki sasaran fisik harus segera terindentifikasi sehingga pada tahun 2020 bisa dianggarkan lebih besar karena multi efeknya yang sangat luar biasa terhadap pembangunan.

Sebelumnya, Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., selaku Dansatgas TMMD ke 106 Lombok Tengah menyampaikan berakhirnya TMMD ini bukan berarti selesai kegiatannya, namun diharapkan pihak Pemda menindaklanjuti khsusunya pembukaan jalan menjadi jalan yang diperkeras atau di aspal untuk jalan pertanian sehinga berkalanjutan dan menjadi lebih bagus.

Dijelaskannya, selama pelaksanaan TMMD tidak ada kendala yang berarti karena antusias masyarakat untuk bergotong royong luar biasa, termasuk para pemilik tanah menghibahkan tanahnya dengan ikhlas dijadikan jalan.

Selain itu, lanjut Dansatgas, setelah dibuatkan jalan banyak manfaat yang dirasakan masyarakat seperti harga tanah menjadi naik, adik-adik sekolah bisa langsung menggunakannya menuju sekolahan tanpa harus berputar, dan para petani juga bisa mengurangi biaya operasionalnya baik dalam pengangkutan bibit maupun pupuk serta hasil produksinya.