Header Menu

https://lombokgreentrans.com/sewa-mobil-paling-murah-di-lombok-harga-paling-murah/

KTK & Pemuda Se-Kecamatan Pujut Nyatakan Sikap Terkait Pembangunan RSI


Lombok Tengah, LF - Rencana pembangunan Rumah Sakit Internasional (RSI) oleh pemerintah Provinsi NTB, Pengurus Karang Taruna Kecamatan Pujut urun rembuk bersama semua KTD dan OKP se kecamatan pujut, bertempat di wisata desa adat Ende Sengkol. Minggu, 17/11/2019.

Semua pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut turut memberikan pernyataan sikapnya untuk sama-sama menolak pembangunan RSI tersebut di lapangan mandalika. Ketua Umum KTK Pujut Menyatakan Alasan Karang Taruna Kecamatan Pujut menolak, " Ya Karena lapangan di semua desa tidak ada yang seperti lapangan mandalika ini, karena lapangan mandalika ini harus kita pertahankan bsrhubung hanya satu-satunya lapangan yang dimiliki oleh kecamatan pujut yang dimana lapangan ini merupakan tempat paling strategis untuk mengadakan agenda-agenda besar di tingkat kecamatan. Selanjutnya alasan pak camat dan sekda juga tidak logis. Karang Taruna Kecamatan Pujut mendukung pembangunan tapi di tempat yang berbeda." Ungkap Anom.

Diketahui bahwa, pembangunan RSI tersebut akan menggusur satu-satunya lapangan strategis yang dimiliki oleh masyarakat dan pemuda kecamatan pujut. "Kami menolak terkait dengan pembangunan yang akan menggusur lapangan mandalika, karena setiap tahun pemuda bersama masyarakat pujut mengadakan sepak bola di lapangan tersebut, kita tahu bahwa sepak bola atau olah raga lainnya merupakan wadah dan ajang silaturahmi pemuda/i se kecamatan pujut" Ungkap Ayang Pradana (KTD Kembang Komak Kawo selaku perwakilan IPMK).

Dalam proses perencanaan pembangunan RSI ini, pemerintah kecamatan pujut khususnya Camat Pujut tanggapannya masih terlalu plin-plan dan tidak memberikan solusi pasti dalam menyelesaikan aspirasi pemuda dan masyarakat pujut, serta pemerintah dinilai tidak pernah melibatkan stake holder yang ada. " Kami pemuda desa ketare Menolak, karena pemerintah hanya mau didengar sendiri. Dan tidak melibatkan masyarakat yang ada untuk berdiskusi, dan saya sepakat pembangunan ini di kecamatan pujut, namun jangan di lapangan mandalika, dan kami di pemuda yang tergabung dalam KTK Pujut meminta kepada pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat dan pemuda/i pujut, serta saya minta wakil-wakil rakyat ini membantu kami yang sedang menjerit kesakitan dengan isu pembangunan ini." Ungkap Hadinata dengan tegas.

Dalam acara Urun Rembuk Karang Taruna dan Pemuda Kecamatan Pujut, semua pemuda turut menyampaikan aspirasi untuk menolak Pembanguan Rumah Sakit berstandar Internasional tersebut.
" Percuma ada RSI jika masyarakat kecil tidak mampu untuk berobat karena saya yakin pemerintah miskin tidak mungkin mampu berobat disana. Tidak setuju kecuali lapangan punya ganti 3 kali lapangan mandalike" Ungkap H.L subayyin (KTD Prabu).

"Apresiasi ke pemerintah atas rencana pembangunan RSI di kecamatan pujut. Bisa dipindahkan di depan bulog karena titik vital disana yang jelas jangan sampai lapangan mandalika" Ungkap Alus darmiah (KTD Kuta).

" Menolak lapangan itu dengan cara yang cerdas dan terdidik agar tidak gerasak-gerusuk, dan hati-hati juga jika dibangun dimana saja tempatnya. Karena pasti ada orang yang memiliki kepentingan dibalik itu. Jika mau bangun RSI itu maka puskesmas saya yakin akan mangkrak, dan puskesmas ini juga tidak hanya untuk masyarakat setempat saja namun bisa juga untuk para wisatawan asing ini dirawat inap di sana " Ungkap Rate selaku Sekertaris Majelis Permusyawaratan Karang Taruna (MPKT KTK PUJUT).

" Kami Menyatakan sikap mengenai pembangunan ini bahwa 100 % menolak di lapangan mandalika dengan alasan masih banyak lahan kosong yang ada di kecamatan pujut. Kalau masalah pemerataan ekonomi ya jangan hanya sipusatkan di sengkol lah ya, karena jika mau pemerataan ekonomi ya silahkan bangun di tempat lain jika itu alasannya untuk memerataan ekonomi masyarakat. Kemudian di desa sengkol juga ada pasar trasional dan sudah jelas pasar itu pasti kotor dan kumuh, nah dengan demikian tidak etis sekali jika dibangun RSI di dekat pasar." Kata Zumron (Forum Pemuda Prabu) dengan tegas menolak.

"Sepakat dengan pembangunan namun kami atas nama fordatu begitu kecewa jika RSI ini di alih fungsikan. Jika di alih fungsikan ya silahkan pemerintah membuatkan kami lapangan terlebih dahulu. Dan lapangan harus sudah jadi dulu dengan tempat yang lebih strategis kemudian baru RSI ini kami berikan untuk membangun." Ungkap Arifi (Forum Pemuda Desa Tumpak).

" Kami Menolak karena imbasnya sangat memperihatinkan ke masyarakat. Salah satunya tanah masyarakat semua dilibas habis. Dan masyarakat hanya menjadi seorang penonton semata tanpa menikmati hasil tanah yang sudah digunakan. Pemerintah seharusnya memprioritaskan SDM yang ada, memberikan wadah dan mendukung secara moril maupun materil untuk kesejahteraan masyarakat. Saat ini kami juga sedang dilanda kekeringan. Kenapa tidak itu semua pemerintah memberikan kami solusi untuk mengatasi semua masalah itu." Kata Aang perwakilan pemuda Kawo, pemerintah juga jangan sekali-kali tambah masalah lagi dengan keadaan masyarakat yang kekeringan ini. Tambah Aang.

"kami atas nama pemuda tanak awu menolak, karena akan banyak merugikan masyarakat, jika RSI ini dibangun dimandalika maka masyarakat lebih banyak menerima dampak negatifnya ketimbang dampak positifnya. Dan kedepan kami harus mengkaji lebih terdalam agar kami selaku yang menolak tidak kalah dan tidak di otak-atik kembali oleh pemerintah seperti masalah-masalah yang lalu." Kata L. Panzi mewakili suara pemuda Tanak Awu.

"Tidak ada tawar menawar lagi, kami menolak. Jika mau bangun RSI ini silahkan cari tempat lain." Ungkap Tomi julianda perwakilan dari pemuda Kute.

"Masalah ini sudah lama, setelah ditelusuri ternyata di hibahkan ke NW. Kami dari masyarakat sengkol sebagai tuan rumah membiarkan ini namun jangan sampai mentiadakan lapangan mandalika ini. Soal informasi pembangunan ini tidak abu-abu informasi yang saya terima. Namun kami di desa sengkol memiliki informasi dan data yang rill. Dan juga kami sangat sepakat RSI ini dibangun tapi di tempat yang lain kemudian silahkan cari lahan yang lain. Oleh karena itu mewakili forum pemuda desa sengkol dan KTD sengkol menolak. Karena selama ini sangat banyak output yang sudah bisa di cetak dilapangan mandalika ini. Bahkan pemuda pemudi desa sengkol sudah di kirim ke cina untuk bermain sepak bola. Ini dikarenakan hasil dari didikan kami dan dengan berkat lapangan mandalika ini." Kata Heri Alfarizi mewakili suara pemuda Sengkol sekaligus menutup statement dari pemuda pujut.