Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar
1/12/2020, January 12, 2020 WIB
Last Updated 2020-01-13T06:27:33Z
Lombok Tengahnusa tenggara baratPariwisata

Jalur Pariwisata Dari Arah BIL Menuju Pantai Mawun Nyaris Putus

Advertisement
Foto : Kondisi ruas jalan penghubung 3 desa jalur pariwisata yang hampir putus.

Lombok Tengah, LF || Jalan pariwisata yang menghubungkan Desa Tanak Awu, Pengembur, dan Mawun Tumpak kondisinya saat ini sudah tidak layak dilalui dan harus segera diperbaiki. Jalan ini adalah jalur ekonomi utama masyarakat sekitar, ruas jalan tersebut merupakan jalur pariwisata yang sering dilewati para wisatawan, menghubungkan kawasan bandara dengan berbagai objek wisata di wilayah Loteng bagian selatan.
“Harapan pemuda Dusun temokos Desa Pengembur ruas jalan ini bisa segera diperbaiki oleh pemerintah daerah. Karena sangat lama belum diperbaiki,” ujar pemuda Desa Temokos yang kerap dipanggil Udin Penyok.
Pihaknya sudah mendapat informasi bahwa ruas jalan tersebut akan segera direhab oleh pemerintah daerah. Hanya saja, kapan akan dilakukan belum ada kepastian. “Tahun sebelumnya informasinya sudah ada perencanaan. Kami selaku pemuda dan masyarakat berharap tahun ini, bisa terealisasi,” tambahnya.
Mengingat, pentingnya keberadaan ruas jalan bagi masyarakat, banyak desa yang memanfaatkan ruas jalan tersebut, terutama ruas jalan Tanak Awu,Pengembur sampai Mawun Desa Tumpak Kecamatan Pujut. Karena termasuk ruas jalur yang jaraknya tempuh cukup pendek tapi kondisi kerusakannya paling parah, sehingga butuh penanganan segera oleh Pemerintah kabupaten Lombok Tengah.
Menurutnya, kondisi tanah diruas jalan tersebut masih labil, sehingga diperlukan penanganan khusus dengan membongkar struktur tanah yang ada dan mengganti dengan struktur tanah yang lebih kuat dan stabil. Supaya ruas jalan tersebut bisa bertahan dalam jangka waktu cukup lama. Kalau tidak dibongkar, khawatirnya ruas jalan tersebut tidak akan bisa bertahan lama.
Sebelumnya, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, mengaku masih banyak ruas jalan kabupaten yang kondisinya rusak dan butuh perhatian serius. Pemerintah daerah dalam hal ini pun akan berupaya maksimal menuntaskan perbaikan ruas-ruas jalan kabupaten yang rusak dengan mempertimbangkan skala prioritas.
Mengingat kondisi anggaran daerah yang terbatas. Terlebih di tahun 2020 ini, anggaran daerah banyak yang tersedot untuk membiayai pelaksanaan Pilkada Loteng hingga Rp 70 miliar, sehingga belum seluruh ruas jalan rusak yang bisa ditangani tahun ini, “Kalau yang tahun ini belum ditangani, kita berharap masyarakat bersabar. Kita akan upayakan ditangani tahun 2021 mendatang. Karena kalau di tahun 2021 beban anggaran daerah agak sedikit longgar. Sehingga bisa membiayai perbaikan ruas jalan yang rusak di daerah ini,” ungkap suhali beberapa waktu lalu.
Seminggu atau dua Minggu kedepan, hujan tetap turun, warga desa tumpak terancam tidak ada jalan menuju utara, begitu juga dengan masyarakat pengembur ikut terancem tidak bisa lewat ketika berpergian ke daerah selatan yaitu desa tumpak, karena faktor jalan yang nyaris putus.
” Oleh karena itu kami masyarakat setempat berharap besar kepada pihak pemerintah untuk segera merealisasi jalan raya tanak awu- pengembur-tumpak ini ” Tutup udin.
Sementara itu, ketua karang taruna desa pengembur M. Sadli, S.PdI, M.Pd., mewakili suara pemuda dan masyarakat turut berkomentar terkait permasalahan tersebut, “Sudah sangat sering di suarakan oleh masyarakat, namun tidak pernah ada respon dari pemerintah kabupaten lombok tengah” Ungkapnya.