Iklan Semua Halaman

Redaksi
9/11/2020, September 11, 2020 WIB
Last Updated 2020-09-12T01:39:00Z
HeadlineNTBPendidikanUIN Mataram

Cerita Gadis Hidup Sebatang Kara, Photo Wisuda Didampingi Batu Nisan Ayah.

Advertisement
Yani Lestari. (Ist)

LOMBOK TENGAH| Gadis cantik bernama Yani Lestari, karena syarat daftar wisuda harus ada video didampingi oleh wali. Sayangnya, wanita ini hidup sebatang kara.

Orangtuanya cerai waktu masih belita saat itu masih umur 7 Tahun sedang duduk di kelas 1 sekolah dasar. Ibunya dibawa pergi ke negeri jiran menikah dengan lelaki idamannya. Ayahnya meninggal waktu kelas 2 SMA.

Hidup penuh perjuangan, kerja untuk menghidupi dirinya dan melanjutkan pendidikan. Untungnya ia mendapatkan Beasiswa Bidikmisi di Universitas Islam Negeri Mataram.

Walaupun dapat beasiswa, ia bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya.

Dia tidak saudara, tinggal sana-sini di rumah keluarganya itu akan tetapi, walaupun punya keluarga tidak sepenuhnya bisa mendapatkan kasih sayang seperi orang tua kandung.

16 Tahun tak pernah bertemu dengan ibunya, sang ibu berjanji untuk mendampingi ia saat wisuda, karena kebijakan kampus tidak membolehkan untuk wisuda ofline akhirnya sang ibu mengurungkan niat untuk pulang mendampingi anaknya yang bertahun-tahun mengharapkan kehadirannya.

"Sejak saya umur 6 tahun sudah ditinggal ke Malaysia sampai sekarang ibu tidak pernah pulang," ungkapnya saat dihubungi.

Gadi Montong Bujak, Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah ini pun bingung karena tidak ada yang mendampingi, akhirnya memutuskan untuk mengambil video di kuburan ayahnya.

Saat ini ia sedang merenungkan siapa yang akan mendampinginya saat wisuda nanti, harapannya ingin bahagia seperti orang-orang yang didampingi orang tua mereka saat wisuda. (Red)