Iklan Semua Halaman

11/18/2020, November 18, 2020 WIB
Last Updated 2020-11-20T06:01:20Z
HeadlineInspirasiNTB Gemilangpetani

Petani Inspiratif Asal Desa Batu Putih Sekotong Dengan Segudang Prestasi

Advertisement

Muhamad Ihsan bersama beberapa pengunjung kebun melon di desa batu putih, kecamatan sekotong, lombok barat

LOMBOK FOKUS | Petani inspiratif dengan segudang berprestasi, Muhamad ihsan, asal Dusun Barambang, Desa Batu Putih,Sekotong, Lombok Barat, yang pernah menyabet gelar juara 1 sebagai petani terbaik tingkat nasional dan pernah diundang ke istana negara untuk menerima penghargaan dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2014.

Muhamad ihsan hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), belajar cara bertani dari teman-teman yang lebih dahulu menggeluti bidang pertanian, dari situ ia mulai tekun belajar dan langsung mempraktikkan apa yang sudah dipelajari, kemudian membentuk Kelompok Tani Tunas Jaya.

Sekarang ia berhasil memberdayakan Gabungan Kelompok Tani (Gabuktan) Embung Karya Sejati dengan jumlah 22 kelompok, masing-masing kelompok memiliki anggota 20-25 orang,  jumlah keseluruhan anggota sebanyak 440 orang lebih.

Sejak tahun 2014 sudah memfokuskan sektor pertanian buah melon, dengan jumlah lahan lebih dari 2 hektar yang dimanfaatkan untuk menunjang ekonomi masyarakat setempat, karena harga jual buah melon lumayan tinggi.
"Dari sekian komoditi yang saya tanam, melon ini selain biaya produksinya lumayan mahal tetapi hasilnya juga lumayan tinggi, dan itu salah satu tantangan pribadi untuk saya," Ungkap Muhamad Ihsan.

Tahun 2013, ia mulai rajin mengikuti kompetisi bidang pertanian, dari tingkat desa sampai tingkat provinsi, hal itulah yang mengantarkannya untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Namun sayang, prestasi yang selama ini ditorehnya hanya mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat, ia berharap bisa dilirik oleh pemerintah kabupaten dan provinsi.
"Selama ini kami hanya disupport oleh kepala desa setempat, sisanya dari saya dan teman-kelompok tani, selama ini hanya janji saja yang kami dapat dari pemerintah kabupaten lombok barat",Katanya.

Kurangnya perhatian pemerintah tidak membuatnya patah semangat, bersama gabungan kelompok tani yang banyak dan dukungan dari pemerintah desa, ia memutuskan untuk tidak berharap banyak kepada pihak pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Saat ini ia bersama pemuda setempat berencana akan mengembangkan kebun melon sebagai ikon desa dengan menerapkan konsep agrowisata, sebagai ajang pembuktinan bahwa petani mampu berdikari dan sebagai ujung tombak perekonomian negeri.[Red/LF/03]